Anies Perkuat Sanad Keilmuannya dengan Silaturahmi ke Tebuireng

anies ke tebuireng

Calon Presiden potensial dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dalam pemilihan 2024, yaitu Anies Baswedan, mengadakan kunjungan bersejarah ke Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (31/8/2023). Langkah pertama dalam kunjungannya adalah mengarahkan langkah ke salah satu pesantren terkemuka dan legendaris di Indonesia, Pondok Pesantren Tebuireng.

Tebuireng, yang berdiri sejak tahun 1899, memiliki makna mendalam bagi Nahdliyin. Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari, merintis pesantren ini. Jejaknya tidak hanya mencapai kalangan lokal di Jombang dan sekitarnya, melainkan juga membentang ke seluruh penjuru Indonesia dan dunia.

Dalam suasana bersejarah di Tebuireng, Anies Baswedan diterima dengan penuh kehangatan oleh dzuriyyah Tebuireng. KH Kikin Abdul Hakim dan Ibu Nyai Lelly Lailiyah Hakim, yang merupakan pengasuh Pesantren Tebuireng, serta Majlis Keluarga Pesantren Tebuireng, antara lain Gus Fahmi Hadziq, Gus Riza, Gus Didik, dan Gus Mirza, hadir dalam penerimaan tersebut.

Kunjungan Anies ke Pesantren Tebuireng seolah menjadi kembali ke akar-akarnya, dan mengikat kembali benang-benang sanad keilmuannya. Ini disebabkan oleh pengalaman mondok Anies di Pabelan bersama KH Hammam Jakfar di Magelang. KH Hammam Jakfar sendiri meraih kecemerlangan ilmu agama melalui pengalaman mondok di Pesantren Tebuireng.

Perasaan syukur Anies tak terhingga karena bisa menjalin silaturahmi dengan keluarga besar Pesantren Tebuireng. Momen berharga ini memungkinkannya bertatap muka dengan para pengasuh pondok dan bahkan melakukan ziarah ke makam para tokoh agung NU dan Pesantren Tebuireng. Dengan penuh keikhlasan, Anies mengungkapkan, “Kami merasa bersyukur bisa menjalin tali silaturahmi kembali dengan keluarga besar Tebuireng. Bertemu dengan KH Kikin dan Ibu Nyai Lelly adalah suatu kehormatan.”

KH Nasirul Mahasin Nursalim, yang turut mendampingi Anies dalam kunjungannya, menyebutkan bahwa kunjungan gubernur DKI Jakarta pada periode 2017-2022 ini ke Pesantren Tebuireng memiliki makna yang dalam. “Kedatangan Pak Anies ke sini tidak sekadar untuk bersilaturahmi, namun juga untuk mengokohkan benang-benang keilmuannya sebagai seorang tokoh yang pernah menimba ilmu dari guru yang juga mengenyam pendidikan di Tebuireng,” ujar KH Nasirul Mahasin Nursalim, yang juga merupakan kakak kandung dari Gus Baha.

Editor: Rozak Al-Maftuhin

Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *